Ia mengatakan, tidak ada jaminan kemanan bagi mereka di Pasar Mardika. Pemerintah maupun aparat kepolisian juga terkesan tutup mata atas apa yang menimpa mereka.
“Katong pung keamanan paling seng (tidak) dijamin oleh pemerintah. Beta cuma minta jaminan keamanan bagi kita rakyat Indonesia ini, tolong jamin katong pung kesejahteraan. Katong sudah tidak jadi benalu untuk meminta BLT. Kalau saya jadi orang kaya, saya tidak di dalam Ambon, bos-bos besar lari ke Jakarta itu karena mereka punya duit. Itu keadilan pemerintah ke katorang?. Dalam kondisi rusuh pun katong dipaksa membayar pajak tapi sebaliknya katong seng dijamin,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat kecil, bukan membiarkan preman datang untuk menakut-nakuti rakyat.
“Katong seng dijamin, katong seng minta BLT dari pemerintah,” pungkasnya.
(Keket/kbrn)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News




