2. Karunia Hikmah Ilmu dan Kenabian
Allah SWT menganugerahkan hikmah dan ilmu pengetahuan kepada Nabi Daud AS. Anugerah tersebut disebutkan dalam Surah Shaad ayat 17-20.
اِصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوٗدَ ذَا الْاَيْدِۚ اِنَّهٗٓ اَوَّابٌ ١٧ اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِشْرَاقِۙ ١٨ وَالطَّيْرَمَحْشُوْرَةً ۗ كُلٌّ لَّهٗٓ اَوَّابٌ ١٩ وَشَدَدْنَا مُلْكَهٗ وَاٰتَيْنٰهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ ٢٠
Artinya: “Bersabarlah atas apa yang mereka katakan dan ingatlah akan hamba Kami, Daud, yang mempunyai kekuatan. Sesungguhnya dia adalah orang yang selalu kembali (kepada Allah). Sesungguhnya Kami telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi. (Kami menundukkan pula) burung-burung dalam keadaan berkumpul. Masing-masing sangat patuh kepadanya (Daud). Kami menguatkan kerajaannya serta menganugerahkan hikmah (kenabian) kepadanya dan kemampuan dalam menyelesaikan perkara.”
3. Orang Pertama yang Melaksanakan Puasa Sunnah Daud
Nabi Daud AS dikenal sebagai hamba yang tulus dan penuh rasa syukur. Beliau menjalankan puasa selang sehari, bangun di tengah malam untuk beribadah, tidur sepertiga malam, dan berjalan seperenamnya.
Meskipun memiliki kerajaan, Nabi Daud AS tetap bekerja keras dan hanya mengonsumsi hasil usahanya sendiri. Kesederhanaannya tercermin dalam syariatnya, di mana beliau berpuasa setiap dua hari sekali. Hingga kini, puasa sunnah Daud masih diamalkan oleh umat Islam.









