Kisah Nining Hukubun: Mantan Ketua BEM Jualan Kopi Demi Lulus Kuliah dan Kejar Mimpi

oleh -101 Dilihat
Matahari sedang terik ketika Nining Hukubun mengayuh gerobak merah bertuliskan Sekian Kopi menuju Bundaran DPRD Kota Tual, yang dikenal warga dengan sebutan Bundaran Marren.

Menariknya, aktivitas Nining saat meracik kopi ikut menjadi bagian dari strategi pemasaran Sekian Kopi.

Sejumlah konten yang menampilkan aktivitasnya berjualan dan meracik kopi beredar di media sosial Facebook. Hal itu ikut mendongkrak omzet penjualan.

“Ya, itu salah satu strategi marketing,” katanya sambil tertawa.

Dari Jual Sayur hingga Jual Kopi

Sebelum berjualan kopi, Nining sebenarnya sudah terbiasa menjalani kehidupan sebagai pedagang.

Ia merupakan pedagang sayur yang memasok ratusan ikat sayuran untuk dijual ke wilayah Kei Besar.

Aktivitas tersebut bahkan mengharuskannya membawa dagangan menuju Dermaga Feri Watdek, Kabupaten Maluku Tenggara.

Bagi Nining, berdagang bukan sesuatu yang baru. Ia justru telah terbiasa bekerja keras sejak sebelum menjadi penjual kopi.

“Sampai saat ini beta masih jadi pedagang sayur. Kemarin baru selesai tanam kangkung, nantinya akan di-drop untuk dijual di Kei Besar,” jelasnya.

Baca Juga  Ungkap Modal Golkar di MBD, Umar Lessy: Tiga Kursi DPRD Jadi Fondasi Konsolidasi

Kini, tantangan terbesar Nining adalah menyelesaikan pendidikan dan tugas akhirnya.

Di tengah aktivitas berjualan kopi dan sayur, ia tetap berusaha menyelesaikan kuliahnya.

Ia sadar perjalanan tersebut tidak mudah. Namun, Nining memilih menjalaninya tanpa banyak mengeluh.

Baginya, kemandirian yang dibangun sejak usia muda merupakan pengalaman berharga yang akan membentuk dirinya menghadapi kehidupan.

No More Posts Available.

No more pages to load.