Kisah Tenggelamnya Putra Nabi Nuh yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

oleh -389 views

Kisah tenggelamnya putra Nabi Nuh AS merupakan salah satu peristiwa yang tercatat dalam Al-Qur’an. Kisah ini bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga pelajaran penting tentang iman, ketaatan, dan hubungan antara manusia dengan Allah SWT.

Kisah ini menunjukkan bahwa nasab atau keturunan tidak menjamin keselamatan, jika tidak disertai dengan keimanan.

Dalam Al-Qur’an tidak disebutkan nama anak Nabi Nuh AS secara eksplisit. Namun dalam riwayat-riwayat tafsir, disebutkan bahwa nama anak yang tenggelam adalah Kan’an atau dalam riwayat lain disebut Yam.

Dia adalah salah satu dari anak Nabi Nuh AS yang menolak untuk beriman dan tidak menaiki kapal saat banjir besar terjadi.

Merujuk buku Menengok Kisah 25 Nabi dan Rasul karya Ahmad Fatih, S.Pd., Nabi Nuh AS dikaruniai empat orang putra. Putra pertama bernama Kan’an kemudian yang kedua bernama Yafith, Sam, dan Ham.

Baca Juga  DPRD Maluku Dorong Penataan Gunung Botak, Irawadi: Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Masyarakat Buru

Putra sulung Nabi Nuh AS merupakan anak yang zalim dan durhaka kepada Nabi Nuh AS. Ia menaruh rasa benci pada sang ayah. Awalnya ia berpura-pura beriman tetapi sejatinya, ia dan sang ibu adalah orang yang menentang ajaran yang dibawa Nabi Nuh AS.

Allah SWT memberikan petunjuk kepada Nabi Nuh AS untuk membuat sebuah bahtera yang besar. Namun ketika badai datang, Kan’an enggan menaiki bahtera karena bersikukuh tak mau beriman kepada Allah SWT.

No More Posts Available.

No more pages to load.