Kisah Wali Songo Sunan Bonang, Islamisasi Lewat Gamelan dan Suluk

oleh -7 Dilihat

Gamelan itu terbuat dari kuningan yang berbentuk lingkaran dan memiliki tonjolan di bagian tengahnya. Apabila dipukul menggunakan kayu, maka akan menghasilkan bunyi yang merdu. Gamelan itulah dinamakan Bonang.

Setiap Sunan Bonang memainkan alat musik tersebut masyarakat akan berdatangan mendengarkannya. Masyarakat Tuban pada saat itu kental dengan budaya Jawa.

Agama yang mereka anut sebelumnya juga agama Hindu dan Budha. Sehingga tidak heran jika dengan pendekatan budaya ini hati mereka menjadi lunak.

Wali songo satu ini memiliki cipta rasa seni yang tinggi. Ia sering menggelar pertunjukan wayang dengan banyak menggubah cerita-cerita di dalamnya.

Gubahan cerita itu diberi nuansa Islam. Salah satu cerita gubahannya adalah kisah Pandawa dan Kurawa.

Baca Juga  Soal Polemik Proyek Kodam Pattimura di Waitomu, IMM Ambon Tuding Ada Mobilisasi Demo Dukungan

Pertunjukan wayang yang digelarnya selalu diiringi dengan lagu-lagu Jawa lengkap dengan bunyi-bunyi gamelan. Dari situlah Sunan Bonang memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam lirik lagu.

Setiap bait selalu diisi dengan duat kalimat syahadat. Hal itulah yang menjadikan masyarakat mudah menerima ajaran Islam tanpa paksaan.

Selain gamelan dan pertunjukkan wayang, Sunan Bonang berhasil mengislamkan masyarakat dengan karya sastra yaitu suluk. Dalam bahasa Arab suluk berarti menempuh jalan thariqah atau tasawuf. Ia mengemasnya dalam wujud tembang.

No More Posts Available.

No more pages to load.