Kisah Wali Songo Sunan Giri, Sebarkan Islam Lewat Dolanan Anak-anak

oleh -13 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Sunan Giri merupakan putra dari Syekh Maulana Ishaq. Ibunya bernama Dewi Sekardadu, putri Prabu Menak Sembuyu yang tak lain adalah Raja Blambangan.

Sunan Giri juga dikenal dengan nama Raden Paku, Muhammad Ainul Yaqin, Joko Samudro, dan Sultan Abdul Faqih. Ada sejarah tersendiri untuk setiap nama yang dimilikinya. Salah satunya asal-usul Joko Samudro.

Dikisahkan pada saat masih bayi Sunan Giri pernah mengalami masa pembuangan oleh kakeknya, Prabu Menak Sembuyu. Seperti dikutip dari Buku Sejarah Kebudayaan Islam, Prabu Menak Sembuyu merasa iri atas keberhasilan menantunya (Syekh Maulana Ishaq) dalam menyebar agama Islam di Blambangan.

Syekh Maulana Ishaq memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya, Aceh karena keberadaannya terancam. Pada saat itu Sunan Giri masih berada dalam kandungan. Setelah lahir, Prabu Menak Sembuyu melampiaskan keiriannya kepada cucunya sendiri. Ia memasukkan Sunan Giri ke peti lalu membuangnya ke laut.

Saat berada di laut, Sunan Giri ditemukan oleh seorang saudagar kaya yang tengah berlayar, Nyai Ageng Pinatih namanya. Kemudian ia dijadikan anak angkat. Karena bayinya ditemukan di laut akhirnya ia diberi nama Joko Samudro oleh Nyai Ageng Pinatih.

Baca Juga  Hadapi Pilkada 2020, Partai NasDem Ajak Kedepankan Semangat Dad Hia Ted Sua

Pada usia 11 tahun, Sunan Giri diantarkan oleh ibu angkatnya ke sebuah pesantren untuk berguru kepada Sunan Ampel di Ampeldenta, Surabaya. Di sanalah ia mendapatkan banyak ilmu dari gurunya.

Diceritakan dalam buku yang sama, Sunan Giri sempat diminta meneruskan usaha ibu angkatnya untuk berdagang. Namun, ia lebih memilih untuk menyebarkan agama Islam dan mendirikan pondok pesantren.

Sunan Giri dikenal dengan gaya dakwah pesantren. Ia banyak mengajari santri-santrinya lewat permainan anak-anak. Permainan yang ia buat dan masih terkenal hingga saat ini antara lain Jelungan dan Cublak-cublak Suweng.

Lewat dua permainan ini Sunan Giri memberikan pemahaman tentang agama Islam sebagai pedoman dalam menjalani hidup. Permainan ini diiringi dengan bernyanyi. Sehingga banyak anak-anak suka dengan metode dakwah yang dilakukan Sunan Giri.

Baca Juga  Anggota DPRD Nilai, Tim Satgus Halbar Lengah Tangani Corona

Selain permainan anak, Sunan Giri juga menciptakan tembang sebagai media penyampaian ajaran Islam. Karya-karyanya adalah tembang Asmaradhana dan Pucung.

Itulah kisah Sunan Giri dalam menyiarkan Islam di Tanah Jawa. Sunan Giri wafat pada tahun 1506 Masehi dan dimakamkan di Dusun Kedhaton, Desa Giri Gajah, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

(red/detikcom)

No More Posts Available.

No more pages to load.