Ia berdakwah lewat kesenian. Seperti gamelan, wayang, dan tembang jawa. Ajaran yang disampaikan Sunan Muria meliputi penghayatan kebenaran dan ketaatan pada Allah SWT, wirid, kesederhanaan, kedermawanan, ajaran dakwah secara bijak dalam menghadapi budaya masyarakat.
Beberapa hasil kesenian peninggalan Sunan Muria yang masih dipelajari hingga saat ini adalah tembang Kinanthi dan Sinom. Tembang Kinanthi menceritakan tentang bimbingan dan kasih sayang orang tua kepada anaknya.
Sedangkan tembang Sinom menceritakan tentang kehidupan masa remaja. Di dalamnya berisi nasihat-nasihat untuk anak-anak remaja.
Dalam kisah pewayangan, Sunan Muria menggubah beberapa kisah dengan memasukkan unsur-unsur Islami di dalamnya. Salah satu kisah yang dibawakannya adalah Dewa Ruci. Teknik bercerita yang digunakan Sunan Muria membuat masyarakat dari kalangan pedangan, nelayan, pelatu, hingga rakyat biasa mudah menerima ajarannya.
Sunan Muria wafat sekitar tahun 1551. Beliau dimakamkan di atas Gunung Muria.
(red/detikcom)





