KNPI KKT Kritik Pernyataan Hendrik Lewerissa Terkait Perjuangan PI 10% Blok Masela

oleh -117 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) mengkritik dengan keras pernyataan dari Anggota DPR RI, Hendrik Lewerissa terkait dengan PI 10% Blok Masela.

“Pada tanggal 10 April 2021, media online Poros Timur melansir berita dengan judul “Soal PI 10%, ini Kata Hendrik Lewerissa”. Atas pemberitaan tersebut, kami sebagai bagian dari rakyat Tanimbar yang hari-hari ini sedang memperjuangkan hak atas pengelolaan PI 10% Blok Masela, merasa penting untuk memberi pernyataan dan jawaban atas pernyataan Saudara Hendrik Lewerissa”, kata Ketua KNPI KKT, Ongen Layan kepada wartawan melalui siaran persnya yang diterima media ini, Kamis (15/4/21).

Layan mengatakan, bahwa KNPI KKT sangat mengapresiasi perhatian dari Hendrik Lewerissa sebagai Anggota DPR RI terhadap PI 10%. Namun, mereka sangat menyayangkan beberapa statment yang menurut mereka telah melukai hati Rakyat Tanimbar.

“Mengapa baru hari ini Saudara Hendrik Lewerissa muncul seperti “penasihat agung” bagi kami orang Tanimbar? Statement Saudara yang meminta agar masalah PI 10% tidak dikelola untuk kepentingan politik dengan memunculkan narasi-narasi heroik untuk dipuji oleh masyarakat Maluku, lebih khusus lagi di KKT. Padahal, pemahaman yang disampaikan justru menyesatkan dan kontra produktif. Ini telah melukai hati kami orang Tanimbar”, ujarnya.

Langan melanjutkan, “Siapakah yang dimaksudkan oleh Saudara Hendrik Lewerissa yang telah mengelola masalah PI 10% untuk kepentingan politik?”, tanyanya.

Baca Juga  Wakapolda Maluku resmi dijabat Brigjen Pol Drs Hasanuddin

Dirinya menjelaskan, bahwa seluruh komponen rakyat Tanimbar, termasuk 25 Anggota DPRD KKT yang berasal dari berbagai latar belakang Partai Politik, bersepakat bahwa kepentingan politik dalam perjuangan PI 10% hanya satu, yaitu terkait hak orang Tanimbar atas pengelolaan PI 10% sebagai imbalan atas operasional Liquifed Natural Gas (LNG) di Tanah Tanimbar.

“Ada tokoh-tokoh kami yang hari ini karena kedudukannya mendapat panggung untuk memperjuangkan kepentingan politik rakyat Tanimbar. Itu semata-mata karena jabatan, jangan dikerdilkan serta dilabeli dengan embel-embel “kepentingan politik”. Apakah soal remeh-temeh ini harus kami jelaskan ke orang sekelas. Hendrik Lewerissa? Tentu kami tidak berharap Saudara Hendrik Lewerissa sedang memainkan politik faith a conflict kepada kami sesama anak Tanimbar agar saling mencurigai satu dengan yang lainnya. Dimanakah dan siapakah yang menampilkan “narasi-narasi heroik untuk dipuji oleh rakyat Maluku, lebih khusus lagi di KKT yang dimaksudkan oleh Hendrik Lewerissa?”, papar Layan.

Ia menuturkan, rakyat Tanimbar tidak butuh pujian, tapi butuh hak atas PI 10% Blok Masela, sehingga Dirinya berharap jangan sampai ada pihak-pihak yang membangun opini dengan narasi tentang perjuangan PI 10% yang mendiskreditkan bahwa seolah-olah perjuangan KKT hanya untuk sebuah pujian.

Baca Juga  Murad Ganti Sejumlah Kepala SKPD

“Kami orang Tanimbar memang tidak sehebat Saudara Hendrik Lewerissa, tapi budaya dan peradaban yang dibangun oleh leluhur-leluhur kami, telah mengajarkan kami tentang cara menghargai milik orang lain, tradisi hidup baku sayang, Duan deng Lolat, dan tentu sedikit budaya hidup orang totua Lease “sagu salempeng pata dua”. Atas pernyataan-pernyataan tersebut, maka kami merasa perlu sampaikan kepada Saudara Hendrik Lewerissa, sebagai politisi senayan agar budayakan membaca dan kedepankan “politik kasih” supaya dapat menyelami kedalaman nurani rakyat dan menjadi “penyambung lidah rakyat” yang bijak, bukan sebaliknya mencari panggung kecil-kecil dengan pernyataan yang arahnya kurang jelas dan hanya terkesan menggurui seperti “penasihat agung” tetapi “kering isinya”. Jika Saudara Hendrik Lewerissa masih terbatas dalam literasi soal PI 10% Blok Masela, lebih baik berhenti berkomentar dan jangan lagi mengajari orang Tanimbar tentang bagaimana metode perjuangan PI 10% Blok Masela”, ujar Layan. (nicolas)