Harga Tiket PELNI Hingga Sekarang Masih Normal

oleh -40 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Tarif tiket PELNI hingga sekarang tidak mengalami kenaikan harga tiket (nornal seperti biasa).

Hal ini diungkapkan oleh Manajer Keuangan Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), Rudy Firman kepada Porostimur.com di Kantor Pelni Ambon, Kamis (15/4/2021).

“Harga tiket tetap netral sama seperti hari kemarin. Tidak ada perubahan, tetapi sesuai surat edaran dari pusat penumpang tetap mematuhi protokol kesehatan” ujarnya.

Terkait arus penumpang menjelang Ramadhan, Rudy mejelaskan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan PELNI pusat dengan menggunakan sistem Espak sehingga penumpang dibatasi, tidak boleh lebih dari 70% dari kapasitas kapal.

“Kalo untuk penjualan tiket, juga harus dibatasi dengan kapasitas penumpang 70% di kapal bagi ke cabang-cabang yang lain, Tual, Ambon, Dobo, dan Papua, misalnya”, ujarnya.

Baca Juga  Pemuda-Pemudi BTN Bukit Permai Peduli Gempa Ambon

Rudy mengatakan, dalam penjualan tiket, penumpang wajib mengkitui aturan yang berlaku seesuai dengan Peraturan daerah (Perda) misalnya, sebelum membeli tiket harus mempunyai hasil rapid, difalidasi sehingga dapat membeli tiket.

“Soal rapid untuk dalam Maluku boleh memakai rapid anti body, tapi untuk keluar daerah harus digunakan rapid antigen, itu yang berlaku”, jelasnya.

Menurutnya, yang jadi kendala terkait rapid adalah rapid dari banyak kalangan, ada dari Rumah sakit (RS) SILOAM, RS ALFATAH dll, sehingga tidak dapat dipantau benar dengan kapasitasnya, sehingga ada penjualan tiket tambahan.

“Karena biasanya untuk kapal penumpang, kapal besar harus memakai rapid antigen dan untuk kapal perintis boleh memakai anti body karena sesuai rute kapal”, tandasnya.

Baca Juga  Safari Lapangan Kabalai Wilayah Sungai Maluku Utara: Dari Danau Duma Hingga Pedalaman Kao Barat

Dilihat dari data yang ada, Rudy mengatakan sampai saat ini jumlah penumpang terus mengalami peningkatan.

Disinggung terkait larangan untuk mudik dari tanggal 6-17 Mei 2021, Rudy mengatakan pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut.

“Belum ada kepastian untuk itu, karena belum ada surat edaran dari Perhubungan Pusat sehingga dari PELNI belum bisa memberikan keputusan ke masyarakat, tetapi tetap memperhatikan Protokol kesehatan, tidak boleh lebih dari 70% penumpang kapal sesuai surat edaran dari pusat”, tutupnya. (nicolas)