Komisi III DPRD Kepulauan Sula Usir Staf Dinas PUPR dari Ruang Rapat

oleh -175 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Lantaran kesal dengan sikap Kepala Dinas PUPR M, Lutfi yang tidak menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan justru mengirimkan dua orang staf guna memenuhi undangan, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sula Lasidi Leko mengusir dua orang staf Dinas PUPR tersebut dari ruang sidang.

Sedianya, Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Sula menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama masyarakat Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara dan Kepala Dinas PUPR, M Lufti serta Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kupulauan Sula, Haryono, terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Desa Pohea.

Namun sayangnya sang kadis dan kabag memilih absen dan mengutus dua orang staf bernama Mumad Ali dan Samsul Bahri Soamole. Keduanya pun lantas diusir dari ruang sidang oleh Ketua Komisi III, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga  9 Fasilitator Perpustakaan Malut Ikut Penguatan Kapasitas di Jakarta

Rapat yang sedianya dijadwalkan pada Pukul 09: 00.00 WiT itu pun sempat motor hingga Pukul 11: 00.00 WIT.

Link Banner

“Yang kami undang Kadis PUPR bukan Stafnya. Kalaupun Kadis PUPR tidak hadir atau sedang berada di luar derah, mestinya berkoirdinasi dengan pihak sekretaariat DPRD sehingga kita bisa tahu apa alasan ketidak hadirannya,” sambung Lasida Leko.

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB), ini menambahkan, kalaupun Kadis PUPR berada di luar daerah harus ada koordinasi dengan Sekretaraiat DPRD sehingga jadwal rapat yang sudah di tentukan bisa dipending dan dijadwalkan kembali.

Lasidi menambahkan Komisi III DPRD Kepulauan Sula akan mengagendakan kembali RDP dengan mengundang semua pihak yang terkait dengan kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Desa Pohea pada pekan depan.

“Kita jadwalkan ulang minggu depan dengan memanggil PPK, Kontraktor, Dinas PUPR, Kepela Desa serta perwakilan masyarakat Desa Pohea,” ungkapnya. (ifo/raka)