“Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepala SMP Negeri I maupun kepala SD Negeri 12 untuk digunakan lokasi sekolah dan seluruh fasilitas dilengkapi sebagai kebutuhan warga. Kami menyadari ada faktor-faktor psikologis yang dialami oleh warga terdampak banjir yang perlu harus didatangi dan diperiksa kesehatannya karena ada faktor psikologis yang dialami. Untuk itu, dari hasil pemeriksaan medis warga terdampak banjir dalam kondisi sehat. Hanya saja ada satu ibu setengah paruh baya yang kemudian mengalami patah tulang karena terpeleset saat membersihkan rumah,” ungkap Wakil Bupati.
Tak hanya dinas kesehatan dan BPBD sambung wakil bupati, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) juga diminta mengeluarkan surat imbauan kepada para camat dan kepala desa se-Halmahera Selatan agar melaporkan perkembangan desa dan kecamatan bagi yang terkena banjir, agar memudahkan BPBD dalam melakukan pendataan.
“Kami juga sudah perintahkan DPMD untuk menyurati seluruh perangkat kecamatan dan desa agar mendata rumah-rumah warga terdampak akibat banjir,” ujar mantan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara itu.
Helmi menambahkan, kunjungan ke warga terdampak bersama-sama dengan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Namun, penerbangan orang nomor wahid di Pemkab Halsel itu terpaksa dibatalkan akibat cuaca.










