Kurang Bebas-Aktif

oleh -310 views

Diplomasi kita seperti orang yang ingin menyenangkan semua pihak, tapi akhirnya justru membuat semua pihak ragu.

Di balik semua ini, ada pelajaran yang diam-diam mengetuk. Bahwa, dalam dunia geopolitik yang keras, netralitas bukan sekadar niat baik, melainkan seni menjaga keseimbangan dengan presisi tinggi.

Sedikit saja condong, arus akan menarik kita lebih jauh dari yang kita kira.

Dan mungkin, justru di saat kapal kita tertahan di Selat Hormuz, kita sedang dipaksa memahami satu hal penting: bahwa kebijakan luar negeri bukan soal bagaimana kita melihat diri sendiri, tapi bagaimana dunia melihat kita.

Karena pada akhirnya, dalam politik global, yang menentukan bukan apa yang kita klaim — melainkan apa yang orang lain rasakan.

Baca Juga  Dolar Kabur, Mafia Makmur

Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 28/3/2026

No More Posts Available.

No more pages to load.