Istrinya berkata, “Keduanya benar-benar darah dagingmu. Akan tetapi, kita terkena kutukan bapakmu (Nuh).”
Akhirnya, Ham meninggalkan istrinya beserta kedua anaknya; lantas dia kabur karena merasa malu kepada orang-orang. Ketika kedua anak itu menginjak dewasa, mereka pergi untuk mencari jejak bapak mereka, Ham.
Keduanya sampai ke sebuah kampung yang dekat dengan Sungai Nil. Kemudian pemuda hitam tersebut menggauli saudara perempuannya; lalu si perempuan itu mengandung dan melahirkan anaknya, laki-laki dan perempuan yang berkulit hitam.
Pada akhirnya, dua bersaudara itu menikah dan melahirkan keturunan. Keturunan mereka berdua semuanya berkulit hitam hingga sekarang. Al-Kisa’i mengatakan bahwa kampung yang didiami oleh mereka bernama Naubah.
Makhluk Terjelek
Berikutnya Nabi Nuh AS mengundang Yafits. Anak ketiga ini juga tidak menyambut panggilannya. Akhirnya, Nabi Nuh mengutuknya di dalam doanya, “Ya Allah, jadikanlah keturunan Yafits sebagai makhluk yang terjelek.”
Keturunannya adalah Ya’juj dan Ma’juj serta orang-orang Turki. Yafits pergi ke sebuah negeri yang ada di bagian timur. Di sana, dia kawin dan memiliki 5 anak laki-laki, yaitu Jauhar, Batras, Mayasyikh, Sannaf, dan Saqwil.
Keturunan Jauhar adalah orang-orang Shaqalibah dan Romawi. Sedangkan keturunan Batras adalah orang-orang Turki. Keturunan Mayasyikh orang-orang ‘Ajam. Keturunan Sannaf adalah Ya’juj dan Ma’juj. Dan keturunan Saqwil adalah orang-orang Arman (suku yang mendiami negeri Armenia).









