Ladang Gas Blok Masela Terancam Membeku, Ini Penyebabnya

oleh -324 views

Porostimur.com | Ambon: Begini kabar terbaru proyek gas alam Masela di Maluku Tenggara Barat. Ladang gas tersebut diprediksi akan membeku dan tak laku seperti di Natuna.

Sudah lebih dari setahun setelah Royal Dutch Shell umumkan menarik diri dari proyek gas alam Masela di timur Indonesia.

Kini, Indonesia belum menemukan pembeli yang minat untuk saham 35% dalam kerjasama USD 19 miliar.

Melansir Asia Times, hal ini menjadi sebab mengapa ekonomi Indonesia makin lesu, di tengah pandemi Covid-19.

Awalnya ada dua raksasa migas yang minat dengan ladang gas Masela, Petroleum & Chemical Corporation dari China (Sinopec) dan raksasa Jepang, Inpex Corporation.

Namun Sinopec kini telah mundur, meninggalkan Jepang dalam kebingungan mengolah sumber daya gas terbesar di Asia Tenggara yang belum termanfaatkan.

Baca Juga  17 Pejabat Eselon II Pemkot Ambon Ikuti PKN II, Didorong Perkuat Kepemimpinan Strategis

Masela telah membuktikan sebagai sumber gas terbesar di Asia Tenggara.

Simpanannya sebanyak 18.5 triliun kaki kubik gas dan 225 juta barel kondensat sangatlah banyak.

Tantangannya adalah lokasinya.

Lokasi ladang gas Masela di Timur Indonesia
Lokasi ladang gas Masela (via intisari)

Simpanan sebanyak itu berada di Laut Arafura yang terpencil, menyebabkan gas harus dihargai USD 6 per Million British Thermal Units (MBTU) atau lebih agar layak secara ekonomi.

No More Posts Available.

No more pages to load.