“Tetapi setelah kami berjalan dari tnyafar satu ke stnyafar yang lain rata-rata pada umumnya semua dapat menerima ini dan bahkan ada yang sampai langsung menentukan bahwa nantinya akan menyumbangkan beberapa uang kepada panitia guna kelancaran pembangunan asrama dimaksud,”tegasnya.
Dirinya menambahkan, tnyafar yang kami kelilingi ini kurang lebih ada 21 tnyafar ini merupakan representasi dari masyarakat desa Adaut yang bertani yang tersebar di antara 21 tnyafar ini.
“Hal yang berikut yang kami ingin sampaikan bahwa pemerintah desa dan pihak gereja juga turut mendukung kami untuk pembangunan asrama ini tinggal panitia bekerja keras untuk menghimpun semua orang yang dianggap perlu guna sama-sama bahu-membahu melaksanakan pembangunan asrama di Ambon mengingat asrama ini sangat penting bagi generasi anak negeri kami masalah penciptaan sumber daya manusia yang kini dan yang akan datang karena desa Adaut ini merupakan desa yang salah satu desa terbesar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sudah pastinya bahwa anak negerinya banyak,” tuturnya.
Oleh sebab itu, kata Watumlawar, adanya pembangunan asrama ini bisa menciptakan sumber daya manusia ke depan. Selain menciptakan sumber daya manusia juga turut membantu orang tua yang berekonomi lemah dalam hal biaya kontrakan, jadi kami akan bersepakat untuk nantinya anak-anak yang orang tuanya berekonomi lemah akan menempati asrama dimaksud.




