Oleh: Dino Umahuk, Sastrawan dan Jurnalis
A. Laut Dalam Falsafah Ternate
Upaya memahami sudut pandang filosofis terutama laut sebagai wilayah kosmis dalam filsafat Ternate akan dapat ditempuh melalui upaya menelusuri makna yang terkandung dalam simbol Goheba Dopolo Romdidi yang merupakan lambang kesultanan Ternate. Selanjutnya, upaya ini akan dapat memberikan titik terang bagi kita dalam merumuskan jawaban atas pertanyaan dari mana sumber kebudayaan Maloko Kie Raha itu berasal.
Simbol ini berbentuk burung mitologik, yaitu seekor burung elang laut berkepala dua dan berhati satu, dinamakan “GOHEBA”. Lambang Kie Raha ini merupakan objektivasi dari filsafat Jou Se Ngofa Ngare. Yang bisa diterjemahkan sebagai AKU dan ENGKAU. Karena adanya Ua Hang Moju, yang juga dinamakan “Alam La” atau “Alam Ketiadaan” maka dapat kita katakan bahwa “aku dan Engkau” berada dalam satu tempat.
Maka menurut hukum logika, dapat artikan pertanyaan “Toma ua hang moju” sbb: Yakni bahwa” Toma ua hang moju” mengarah kepada waktu yang spatial dan ruang yang temporal dalam arti bahwa waktu yang spatial dan ruang yang temporal berada diluar kosmos (universe) karena adanya :ua hang moju. Jika kita hubungkan dengan firman Tuhan dalam Al-Quran Surat Al Insan Ayat 1-2, yang berbunyi: “Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut“.





