Akal kita dapat menerima bahwa toma ua hang moju disini adalah “satu waktu dari masa”. Maka secara kosmogonis pertanyaan kita menjadi “Pada suatu tempat yang berada diluar ruang dan waktu objektif, apa yang terlebih dahulu eksis”. Sehingga pertanyaan ini pada dirinya menerangkan bahwa ada sesuatu diluar ruang dan waktu objektif. Pertanyaan ini memerlukan jawaban yang berusaha menetapkan titik tolak pemikiran tentang asal usul penciptaan alam ini.
Berbunyi: “TOMA UA HANG MOJU TOMA LIMAU GAPI MA TUBU – KOGA IDADI SOSIRA- Jawabannya adalah JOU SE NGOFANGARE”.
Artinya: “Pada satu waktu dari masa, pada suatu tempat yang tertinggi “(LAUH-AL MAHFUDZ), apa yang mendahului ada “Aku dan Engkau”.
“GUDU MOJU SI TO SUBA RI JOU SI TO NONAKO” artinya “Aku menyembahnya karena aku sudah mengenalnya”. Pepatah Arab mengatakan : “Man ‘arafa Nafsuhu faqad ‘arafa Rabbahu”. Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhan-Nya.
Ini berkaitan erat dengan firman yang mengajarkan bahwa Tuhan menciptakan jin dan manusia hanya untuk menyembahNya. Dalam Al Qur’an Allah SWT Berfirman : wamaa khalaqtul Jinna wal Insa Illa Liya’buduun. Dan tidaklah kami menciptakan Jin dan Manusia, melainkan untuk beribadah kepadaku. Kemudian Islam masuk ke Ternate (baca KIE RAHA), dan mengajarkan asas Islam ialah dua kalimat Syahadat dalam bahasa Arab: “Asyahadu alla ilaha ilallah wa aasyahadu anna Muhammdar Rasulullah”. Ternyata sesuai dengan asas Jou Se Ngofangare.




