Menurut Syawal, tema yang diangkat tahun ini menegaskan komitmen UNIDAR dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi dengan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan KKN sebagai kesempatan untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, maupun seluruh elemen masyarakat.
“Kalian datang bukan untuk merasa paling tahu, tetapi untuk belajar, mendengar, berdiskusi, kemudian bersama masyarakat mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Bangunlah hubungan yang harmonis, jaga nama baik almamater, dan tunjukkan bahwa mahasiswa UNIDAR mampu menjadi mitra pembangunan yang dapat dipercaya,” katanya.
Dorong Program yang Berkelanjutan
Rektor juga berharap setiap program kerja yang dijalankan mahasiswa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat setelah masa KKN berakhir.
Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki setiap desa, baik di sektor pendidikan, ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, lingkungan, kesehatan, maupun digitalisasi pelayanan masyarakat.









