Bernadya menjelaskan, lagu ini juga menyentuh soal pilihan untuk “melihat” atau justru “tidak melihat” kenyataan.
“Kadang kita sengaja ‘tidak melihat’ supaya semuanya terasa lebih ringan. Tapi di ‘Rabun Jauh’, justru ada momen di mana kita memilih untuk melihat dengan jelas dan menerima kenyataannya, walaupun itu menyakitkan,” ujar Bernadya.
Makna ini membuat lagu “Rabun Jauh” terasa sangat dekat dengan banyak orang, terutama mereka yang sedang belajar berdamai dengan kenyataan yang tidak sesuai harapan.
Perspektif tentang merasakan kehadiran tanpa benar-benar melihat

Dok. JUNI Records
Salah satu hal yang membuat lagu ini terasa berbeda adalah sudut pandang yang diangkat. Lagu ini ditulis dari perspektif seseorang di atas panggung, yang tetap bisa merasakan kehadiran seseorang di antara keramaian tanpa benar-benar melihatnya.
Menurut Rendy Pandugo, ide ini terasa unik dan jarang ditemukan dalam lagu lain.
“Waktu pertama kali mendengar demo ‘Rabun Jauh’, saya cukup terkejut karena idenya sangat unik. Lagu ini ditulis dari sudut pandang penyanyi di atas panggung tentang bagaimana seseorang bisa ‘merasakan’ kehadiran sosok tertentu tanpa harus melihatnya dengan jelas,” ungkapnya.
Perspektif ini membuat rasa rindu dalam lagu terasa lebih abstrak, tapi justru semakin dalam.









