Namun, tampaknya Pertamina lah yang bakal benar-benar masuk. Rencana Pertamina masuk di Blok Masela sempat disinggung Dwi Soetjipto.
Pada Oktober 2022, Dwi mengatakan, Pertamina tengah menyelesaikan studi terkait proyek tersebut. Selanjutnya, Pertamina akan melakukan penawaran yang ditargetkan pada bulan November.
“Abadi, saat ini Pertamina masih menyelesaikan studinya terhadap project ini dan diharapkan di November nanti, Pertamina nanti menawarkan non by name offer, tawaran, mulai penjajakan,” katanya.
Dikatakan Dwi, non by name offer sendiri merupakan penawaran yang belum mengikat.
Dwi menerangkan, Pertamina saat itu sedang berhitung berapa persen hak partisipasi yang akan diambil. Namun, Inpex sebagai operator ingin agar Pertamina mengambil peran Shell.
Hal itu pun kemudian diperkuat oleh pernyataan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Arifin mengatakan, masuknya Pertamina di Blok tersebut kemungkinan sudah final.
“Partner barunya, kayaknya ya, sudah final dengan Pertamina, mungkin ya,” katanya di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (6/1).
Menurut Arifin, Pertamina kemungkinan akan sendirian masuk ke Blok tersebut. Sebab, Pertamina yang lebih dulu berniat masuk.
Arifin mengaku belum tahu nilai akhir kesepakatan antara Pertamina dan Shell. Menurutnya, pasti akan ada negosiasi. Meski begitu, ia menyebut nilai hak partisipasi yang akan diambil Pertamina di kisaran angka US$ 1 miliar. “Range-nya ya US$ 1 billion sekian, plus minus US$ 1 billion,” katanya











