Sultan Nuku misalnya, telah menjadikan Papua sebagai basis perlawanan dan aliensi yang kokoh ketika berperang melawan Belanda.

Menurut Sultan Husain Sjah, para Sultan terdahulu telah membangun relasi yang kuat dengan orang Papua. tidak hanya secara politik dan ekonomi, tetapi juga secara kekeluargaan melalui pernikahan, dan hal itu sudah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu.
“Untuk itu kita adalah Papua dan Papua adalah kita. Kalau ada yang menyakiti Papua, itu sama dengan merdeka menyakiti kita”, ucap Sultan Husain.
Sultan Husain juga mengajak seluruh orang yang ada di Maluku Utara untuk menjadikan teman atau saudara dari Papua sebagai bagian keluarga dari darah yang sama.
“Karena luka mereka adalah luka kita dan kesenangan mereka adalah kesenangan kita, maka kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita semua,” titah Sultan Husain. (red).




