Sempat Ricuh, Massa Lempari Petugas dengan Batu di DPRD Nabire

oleh -323 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Nabire: Aksi masssa berupa unjuk rasa warga menolak perlakuan rasisme kembali berlanjut di bumi Papua. Ribuan warga Nabire turun ke jalan dan sempat ricuh, Kamis pagi (22/8/2019).

Ribuan warga Nabire yang berasal dari pegunungan dan pantai datang dan berkumpul di depan kantor DPRD Kabupaten Nabire.

Dilansir dari Sindonews.com, massa datang berombongan ke Distrik Nabire dengan membawa berbagai spanduk dan bendera Bintang Kejora.

Link Banner
Orasi, Pengunjuk Rasa di Nabire Tolak Perlakuan Rasisme
Warga mulai berkumpul menjelasng aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Nabire, Papua. Foto/Ist

Massa yang berkumpul di depan Kantor DPRD ditemui tokoh adat, tokoh agama, pejabat pemerintah Kabupaten Nabire, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Aksi massa sempat terjadi kericuhan berupa saling lempar batu antara pengunjuk rasa dengan petugas yang mengamankan jalannya demonstrasi.

Baca Juga  Kepala Kampung Siwang Beri Bingkisan Natal Kepada Janda dan Anak Yatim

Baku lempar batu ini mengakibatkan kaca bagian depan Gedung DPRD Kabupaten Nabire pecah dan mengalami kerusakan. Petugas berusaha meredam dengan gas air mata.

Kericuhan ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIT. Beberapa saat kemudian, aparat gabungan berhasil mengendalikan situasi sehingga kericuhan dan aksi lempar batu tidak semakin meluas.

Aksi Massa Ribuan Warga di Depan Kantor DPRD Nabire Papua Ricuh
Aksi Massa Ribuan Warga di Depan Kantor DPRD Nabire Papua Ricuh.

Selanjutnya, sekitar pukul 11.30 WIT perwakilan massa mulai menyampaikan orasi di depan kantor DPRD Kabupaten Nabire dengan mendapat penjagaan dari petugas gabungan.

Petugas gabungan yang dikerahkan sebanyak 650 personel dari Polri dan TNI, serta dibantu personel dari Polda Papua. Kapendam XVII Cendrawasih Letkol CPL Eko Daryanto menyatakan situasi masih terkendali. “Itu demontrasi biasa,” katanya.

Baca Juga  Waspada! Gelombang Tinggi hingga 4 M di Sejumlah Perairan RI

Hingga Kamis (22/8/2019) siang, jaringan internet di Papua dilaporkan masih sulit diakses karena dibatasi. Komunikasi terbatas hanya bisa dilakukan via sambungan telepon. (red/sindo/CNN)