[carousel_slide id=’12211′]
porostimur.com | Nabire: Aksi masssa berupa unjuk rasa warga menolak perlakuan rasisme kembali berlanjut di bumi Papua. Ribuan warga Nabire turun ke jalan dan sempat ricuh, Kamis pagi (22/8/2019).
Ribuan warga Nabire yang berasal dari pegunungan dan pantai datang dan berkumpul di depan kantor DPRD Kabupaten Nabire.
Dilansir dari Sindonews.com, massa datang berombongan ke Distrik Nabire dengan membawa berbagai spanduk dan bendera Bintang Kejora.

Massa yang berkumpul di depan Kantor DPRD ditemui tokoh adat, tokoh agama, pejabat pemerintah Kabupaten Nabire, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Aksi massa sempat terjadi kericuhan berupa saling lempar batu antara pengunjuk rasa dengan petugas yang mengamankan jalannya demonstrasi.
Baku lempar batu ini mengakibatkan kaca bagian depan Gedung DPRD Kabupaten Nabire pecah dan mengalami kerusakan. Petugas berusaha meredam dengan gas air mata.
Kericuhan ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIT. Beberapa saat kemudian, aparat gabungan berhasil mengendalikan situasi sehingga kericuhan dan aksi lempar batu tidak semakin meluas.

Selanjutnya, sekitar pukul 11.30 WIT perwakilan massa mulai menyampaikan orasi di depan kantor DPRD Kabupaten Nabire dengan mendapat penjagaan dari petugas gabungan.




