Kasus kelangkaan LPG 3 kg juga menjadi salah satu insiden yang mengguncang kabinet. Bahkan, kejadian ini telah memakan korban jiwa di Tangerang Selatan, Banten. Prabowo dikabarkan murka terhadap Menteri ESDM dan memerintahkan agar kebijakan larangan penjualan di tingkat pengecer segera dicabut dan kembali ke aturan sebelumnya, yaitu boleh dijual di sub pangkalan.
Namun, yang menarik adalah pernyataan Sufmi Dasco, Ketua Harian DPP Gerindra dan Wakil Ketua DPR RI, yang menegaskan bahwa kebijakan awal bukanlah perintah Prabowo. Ini mengesankan bahwa kebijakan tersebut lebih merupakan inisiatif Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa masih ada loyalitas ganda di dalam kabinet, di mana beberapa menteri masih lebih berpihak pada kepentingan Jokowi daripada mengikuti visi Prabowo.
Loyalitas Ganda dan Bayang-Bayang Jokowi: Ancaman Bagi Prabowo
Dinamika ini menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo masih dibayangi oleh pengaruh Jokowi, terutama melalui para menteri yang berasal dari pemerintahan sebelumnya. Bayang-bayang Jokowi bukan hanya sekadar warisan kebijakan, tetapi juga ancaman nyata bagi stabilitas pemerintahan Prabowo. Jika Prabowo tidak mampu dengan tegas menepis pengaruh tersebut, maka ia akan terus dibebani dengan manuver politik yang dapat menghambat agenda kepemimpinannya sendiri.









