LSM Kritis Maluku Desak Kajati Tegur Kajari Namlea Terkait Mandegnya Kasus Korupsi Dana MTQ 2017

oleh -114 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kritis Maluku meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku untuk memberikan teguran kepada Kepala Kejaksaan Negeri Namlea agar serius dalam melakukan upaya hukum terkait kejahatan penggelapan Keuangan negara pada kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Maluku yang diselenggarakan pada Tahun 2017 lalu di Kabupaten Buru Selatan sehingga ada efek jera bagi pejabat lainnya.

Aktivis LSM Kriris Maluku, Santara Latuconsina kepada Porostimur.com, Senin (27/9/2021) mengatakan, permintaan ini didasari bahwa tersangka yang juga mantan Sekda Kabupaten Buru Selatan, Iskandar Walla, saat ini dalam keadaan sehat dan telah menjalankan tugasnya selalu aparat sipil negara di Buru Selatan.

“Berdasarkan pantauan kami bahwa yang bersangkutan sudah sehat dan melakukan aktivitas seperti biasanya di Kabupaten Buru Selatan. Maka itu kami mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku agar menegur dan memerintahkan Kepala Kejari Namlea untuk segera melayangkan surat panggilan kepada Iskandar Walla untuk segera diproses secara hukum sehingga kualitas hukum dan kepercayaan masyarakat pada umumnya dan pada khususnya rakyat Buru Selatan itu benar-benar ada,” katanya.

Baca Juga  Sadis, tukang ojek di Manokwari dianiaya dan dirampok OTK

Latuconsina bilang, hal ini mengacu pada Undang Undang Nomor:16 Tahun 2004 bahwa Kejaksaan sebagai satu lembaga penegak hukum ditntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, perlindungan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

“Dalam UU ini, Kejaksaan RI sebagai lembaga negara yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan harus melaksanan fungsi, tugas dan wewenangnya harus secara merdeka terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan pengaruh kekuasaan lainnya,” ujarnya.

Latuconsina juga mengapresiasi langkah Kejari Namlea yang pernah memproses kasus rasuah ini namun Prosesnya terhenti di tengah jalan karena tersangka mengalami sakit.

“Terkait dengan proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Kejari Namlea lalu tentu diapresiasi, akan tetapi proses itu ditunda berdasarkan yang bersangkutan dalam hal Ini Iskandar Walla mengalami kondisi yang kurang baik sehingga proses pemeriksaan pun ditunda dalam waktu yang tidak disebutkan pasti dan menunggu beliau sehat baru ada prosesi pemeriksaan lanjutan,” pungkasnya. (nur)