PADA tahun 751, Kyrgyzstan menjadi neraka bagi tentara Cina yang kala itu diperintah Dinasti Tang (618-906). Sedikitnya 8000 tentara Cina tewas dalam pertempuran Talas, yakni perang antara Dinasti Abbasiyah dan Dinasti Tang. Hasilnya, invasi militer Cina ke Asia Tengah pun berakhir duka.
Perang ini dipicu invansi militer Cina ke Tibet . Pada tahun 670 M, Cina merebut wilayah strategis penting di Cekungan Tarim yang telah dimiliki Tibet.
Pada awal 700 M, Cina juga berhasil merendam upaya Tibet membentuk kerajaan-kerajaan kecil di sisi belakang Tibet, yaitu Kashmir, Pamir dan Pegunungan Hindu Kush.
Pada tahun 747 M, Cina mengirim tentara yang dipimpin oleh Jendral etnis Korea terkenal yang bernama Kao Hsien Chin alias Go Seong-ji.
Setelah Dinasti Tang berhasil menguasai Kawasan Asia Tengah sepenuhnya, muncullah kekuatan Islam di Timur Tengah. Militer Islam di bawah payung Dinasti Abbasiyah dengan cepat melakukan penaklukan-penaklukan. Dari Spanyol dan Portugal di barat, di Afrika Utara dan Timur Tengah, dan ke kota-kota oasis Merv, Tashkent, dan Samarkand di timur, Arab penaklukan dengan kecepatan mengagumkan.
Invasi Cina ke Asia Tengah akhirnya juga menyedot perhatian Abbasiyah. Kala itu, Cina bersekutu dengan Ferghana mengerahkan 100.000 tentara. Sumber Cina menyebut 30 ribu orang terdiri 10 ribu pasukan pimpinan Kao Hsien-chih ditambah sekitar 20 ribu orang Turki Qurluc dan beberapa ribu pasukan Ferghana.










