Made In Cina, Minus Sirsir dan Cakalang Banda

oleh -559 views

Sebelum Spanyol menjajah Filipina pada 1521 negeri ini pernah diperintah oleh seorang penguasa bernama Sultan Manila. Tempat dimana sultan itu bertahta di sebuah sungai di pusat Kota Manila bernama Sungai Pasik telah menjadi tempat transaksi perdagangan dari berbagai ras Asia tanpa kecuali rumpun Cina, Arab, Melayu, dan Borneo.

Di bibir Sungai Pasik itu ada sebuah benteng bekas peninggalan Spanyol, bernama Benteng Santiago.

Pada Januari 2004 saya pernah mengunjungi di tempat ini saat mengikuti studi jurnalistik.

Di Benteng Santiago inilah tempat dimana dulunya adalah pusat bisnis Jalur Sutra untuk kawasan Asia Timur. Di sini pula tempat persinggahan perdagangan — tempat dimana saat penjajahan oleh Spanyol kemudian menjadikan areal di sekitar Sungai Pasik sebagai benteng pertahanan yang hingga kini masih berdiri kokoh di ibukota Filipina, itu.

Di sini, di benteng ini, tokoh pembebasan Filipina Joze Rizal digantung. Di sini pula ornamen Raja Sulaiman salah satu pelanjut Kesultanan Manila — tempat dimana dulu sebagai pusat dagang Jalur Sutra itu — diabadikan di sana.

Baca Juga  Juara Eropa, Spanyol Datang ke Piala Dunia 2026 sebagai Kandidat Kuat

Bagaimana dengan Makkah, Madinah, dan Jeddah? Setiap musim haji tiba transaksi atas produk-produk perdagangan mereka itu — bukan dijual di tepi sungai atau di bibir pantai tapi di emperan-emperan toko atau di badan jalan.

No More Posts Available.

No more pages to load.