Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sasta Indonesia FKIP Unpatti Gelar Aksi Solidaritas untuk Aru

oleh -416 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Merespon putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Dobo, pada (17/11) lalu, Himpunan Mahasiswa Program Studi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpatti membuka mimbar bebas untuk mahasiswa dan seluruh masyarakat untuk meluahkan curahan hatinya untuk Aru.

Kegiatan yang digelar, Senin (22/11/2021) menarik simpatisan dari berbagai kalangan, dari aktivis mahasiswa, aktivis lingkungan hingga kalangan akademisi.

Namun yang menarik perhatian dan juga menggugah semua hati lewat orasi singkat dari perwakilan pemuda Aru.

Furjomon Labok dalam orasinya mengatakan, “jika aparat datang dengan dalil pertahanan negara namun jika masyarakat diusir paksa, lalu yang dijaga siapa”

“Luas tanah sebesar 688 hektar yang diklaim milik TNI AL itu cacat, karena berbeda dengan SK Gubernur yang dikeluarkan pertama kali, dari itu tercatat luas tanah sebesar 659 Hektar,” ujar Furjomon.

Baca Juga  Kapal Terbakar, Dua ABK Dilarikan ke Puskesmas Lede

“Hutan Aru sudah direbut paksa bukan hanya sekaranh, namun sudah dari jauh-jauh hari. Kami masyarakat adat sudah melakukan penolakan terhadap perusahaan sebanyak 11 kali dan perjuangan itu masih berlanjut karena di Aru ada tambang minyak, tambang emas juga intan yang mestinya dijaga,” imbuhnya.

Labok berharap, Pemerintah Provinsi Maluku melihat semua gerakan yang mereka bangun sebagai sebuah bahan evaluasi, karena selama ini masyarakat Aru menderita karena adanya perampasan tanah adat.

Ia juga berharap kepada hakim agar dapat memutus perkara dengan mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat.

“Mahkamah Agung bisa melihat setiap putusan yang diambil hakim agar terpenuhi secara hukum juga kode etik hakim,” pungkasnya. (akib)

No More Posts Available.

No more pages to load.