Lalu apa artinya dan makna persatuan Maluku.? Apa makna dari Ale Rasa Beta Rasa..? potong di kuku rasa di daging..? Saya menilai semua ini adalah kalimat-kalimat yang tidak bermakna saat ini. Hal itu tercermin melalui pola pemikiran dan konstruksi berpikir yang berkembang melalui berbagai diksu di media social. Dari aspek inilah kita jangan pernah bermimpi untuk keluar dari lingkaran setan kemiskinan Maluku yang saya gambarkan dalam pendapat ini.

Dari Aspek pemerintah daerah, baik Provinsi dan Kabupaten Kota, tergambar tidak punya rasa empati kepada problematika pembangunan dan masayarakat Maluku. Terjadi pergeseran orientasi berpikir yang tergambar dalam miskinnya kebijakan pro rakyat, perilaku korup terus berkembang tanpa punya rasa malu bahkan cendrung sombong dengan kedunguannya.
Semua ini karena para elit sudah dikuasi dengan konstruksi berpikir POLITIS dan mereka tidak lagi memiliki jiwa kenegarawan. Segala cara ditempuh untuk melegalkan napsu kekuasaan dengan membangun kekuatan oligarki ekonomi dan politik. Kenegarawan menjadi hilang tanpa bekas, ditandai dengan hilangnya empati dan buta mata, tuli telinga, dan mampetnya hidung untuk melihat, mendengar dan mencium jeritan rakyat Maluku secara konsisten dan berkesinambungan.





