Respons Tim Film Pesta Babi
Kemunculan mendadak Mama Yasinta memicu respons dari Tim Kolaborasi film dokumenter tersebut yang melibatkan sejumlah organisasi, seperti Watchdoc, Jubi Media, hingga Greenpeace Indonesia.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (30/5/2026), tim mengaku belum dapat berkomunikasi langsung dengan Mama Yasinta sejak videonya beredar hingga pelaporan ke kepolisian.
“Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya,” tulis perwakilan tim.
Tim Kolaborasi menegaskan tetap menghormati sikap Mama Yasinta, sekaligus mengingatkan bahwa ia merupakan salah satu tokoh penting dalam film yang mengangkat isu deforestasi dan dugaan perampasan tanah adat di Papua.
Sorotan terhadap Kepentingan di Balik Film
Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” disebut telah ditonton lebih dari 10 juta kali dan memicu perhatian luas terhadap persoalan lingkungan dan kemanusiaan di Tanah Papua.
Tim Kolaborasi menduga terdapat pihak-pihak yang merasa terganggu dengan pesan yang disampaikan dalam film tersebut, sehingga situasi yang dialami Mama Yasinta dinilai tidak terlepas dari dinamika tersebut.
“Film ini dibuat untuk memberikan suara kepada orang seperti Mama Yasinta. Reaksi dari pihak-pihak yang kepentingannya terganggu adalah dengan menggunakan Mama Yasinta untuk menyerang kredibilitas film ini,” demikian pernyataan tim.










