Seperti Jepang menyalakan obor dari ruang kelas, Korea menumbuhkan harapan dari desa, India mengangkat martabat lewat ilmu, Rwanda menenun persatuan dari luka—Indonesia pun bisa menyalakan kembali api kebangkitan.
Maka hentikan keluhan panjang dan mulailah langkah nyata. Jangan menunggu pemimpin mesianis, sebab kebangkitan lahir bukan dari satu tokoh, melainkan jutaan hati yang menyala. Bila rumah sudah keropos, ia mesti dirobohkan untuk dibangun kembali. Begitu pula negara ini: hanya dengan keberanian merobohkan yang rapuh dan bengkok, lalu menegakkan yang lurus dan luhur, Indonesia akan kembali berdiri di halaman depan dunia. (*)










