Manusia Indonesia dan Hasyim Asy’ari yang Bersyukur Dipecat DKPP

oleh -433 views

Karakter tersebut diyakini Jokowi sebagai modal yang seharusnya dapat membuat rakyat sejahtera. Namun, ternyata telah berubah sedemikian rupa. Menurut Jokowi, perubahan karakter bangsa itu berakar pada masalah korupsi, kolusi, nepotisme.

Lalu, etos kerja tidak baik, birokrasi bobrok, hingga ketidaksiplinan. Kondisi semacam itu dibiarkan selama bertahun-tahun, sehingga menjadi semacam “budaya” bangsa (Kompas.com, 17/10/2014).

Miskin keteladanan

Melihat fenomena akhir-akhir ini dari tindakan sejumlah petinggi negeri, saya berkesimpulan negeri ini miskin keteladanan.

Sikap hipokrit, keengganan bertanggung jawab atas perbuatan dan keputusannya, sikap feodalistik, masih sangat menonjol mewarnai kepemimpinan Indonesia.

Boleh jadi arwah Mochtar Lubis akan menangis melihat bangsa yang pernah dikritiknya secara tajam pada 1977, tak juga berubah lebih baik. Presiden telah berganti-ganti, tapi penyakit mentalitas tersebut (kemiskinan mental) ternyata tak kunjung sembuh.

Baca Juga  Arsenal Harus Sempurna untuk Kalahkan PSG di Final Liga Champions

Hanya satu cara revolusioner, menurut saya, keteladanan pemimpin. Manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis tak akan berubah tanpa keberanian pemimpin memberikan teladan.

sumber: kompas.com

No More Posts Available.

No more pages to load.