Manuver Baru Jokowi, dari Ganjar Pindah ke Prabowo?

oleh -251 views

Ketiga, inilah yang agaknya mendorong Jokowi membuat skenario baru. Yaitu, memunculkan nama Prabowo Subianto sebagai capres pilihannya. Dengan alasan Prabowo adalah capres hasil Musra, Jokowi mulai melakukan manuver untuk membentuk koalisi yang akan mencapreskan Prabowo.

Isyarat pertama datang dari pernyataan Partai Amanat Nasional (PAN) hari ini, Selasa (16/5/2023). Pion Jokowi ini, seperti dikatakan Wakil Sekjen Fikri Yasin, akan menarik dukungan kepada Ganjar. Dukungan ini disampaikan PAN pada akhir Februari 2023 yang waktu itu membuat PDIP marah. Fikri mengindikasikan dukungan kepada Prabowo. Ini pas dengan keinginan Musra yang diduga sebagai rekayasa Jokowi.

Diperkirakan tak lama lagi akan terbentuk koalisi untuk Prabowo hasil cawe-cawe Jokowi. Gerindra dengan persentase parlemen 12,57% bisa berkoalisi dengan PAN (6,84%) dan Golkar (12,31%) sehingga total menjadi 31,72%. Prabowo tidak mau PKB berkoalisi dengan Gerindra. Kemungkinan PKB (9,69%) ikut mendukung Ganjar bersama PDIP (19,33%) dan PPP (4,52%) sehingga total persentase menjadi 33,54%.

Baca Juga  Wakil Wali Kota Ambon Canangkan Desa Cantik di Leitimur Selatan

Tapi, mungkinkah Golkar bisa digiring oleh Jokowi untuk ikut ke Prabowo? Belum tentu. Golkar terkenal selalu lihai bermain dan tak bisa dijadikan boneka. Hari ini (16/5), Ketua DPP PDIP Puan Maharani memberikan isyarat bahwa “Partai Kuning” (Golkar) akan bergabung mendukung Ganjar.

No More Posts Available.

No more pages to load.