Membongkar Anomali Hari Jadi Kota Ambon: 7 September 1575 atau 25 Maret 1576?

oleh -120 Dilihat
Benteng Nieuw Victoria – Saksi Sejarah Kota Ambon

Melainkan untuk mengujinya.

Empat puluh lebih tahun setelah seminar sejarah tersebut, arsip dan metode penelitian telah berkembang.

Dokumen-dokumen yang dahulu sulit diakses kini lebih mungkin ditemukan.

Arsip Portugis di luar negeri dapat ditelusuri.

Dokumen kolonial Belanda dapat dibandingkan.

Data arkeologi dapat dibaca bersama sumber tekstual.

Dan tradisi lisan masyarakat dapat ditempatkan sebagai sumber pendukung.

Dengan demikian, Kota Ambon dapat memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar perayaan ulang tahun:

sebuah sejarah kelahiran kota yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab pertanyaan tentang Hari Jadi Kota Ambon bukan pertanyaan kecil.

Di dalamnya terdapat sejarah kolonialisme Portugis, perlawanan kerajaan-kerajaan Maluku, perkembangan masyarakat lokal, sejarah agama, perdagangan rempah, migrasi, pembentukan kota, hingga transformasi Ambon menjadi salah satu pusat penting di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga  Resmikan Fasilitas Air Bersih Talaga Pangi, Rovik Kawal Aspirasi Balai Pertemuan

Dan karena itu, tidak semestinya sejarah kelahiran kota hanya berhenti pada sebuah angka yang terus diulang.

7 September 1575 harus mampu menjawab satu pertanyaan sederhana: apa yang benar-benar terjadi pada hari itu?

Jika jawabannya belum ditemukan dalam arsip, maka pencarian itu belum selesai.

No More Posts Available.

No more pages to load.