Membunuh Kebinatangan Manusia

oleh -538 views
Yusuf Blegur, Kolumnis

Sang Khalik yang Maha Besar, Maha Perkasa, dan Pemilik Kekuasaan Tak Terbatas. Secara struktural dan kultural telah membangun konstruksi nilai-nilai yang menjadi batas-batas pertarungan antara aqidah dan syahwat hewani yang meliputi eksistensi manusia. Allah begitu luas pengetahuan, kasih sayang, dan pengampunannya serta seadil-adilnya menilai kehidupan manusia di muka bumi. Tak sedikitpun yang tersembunyi di hadapanNya, bagi siapa yang sesat dan berbuat dzolim. Begitupun setiap yang menyebarkan kebaikan dan rasa syukur atas nikmat Allah.

Ritual pengorbanan dan keikhlasan serta rasa syukur sebagai bentuk ketaatan Nabi Ibrahim kepada Tuhannya dengan menyembelih putranya Nabi Ibrahim, yang kemudian diganti dengan hewan ternak. Merupakan sebuah peristiwa monumental sekaligus tonggak sejarah dan cikal bakal kesolehan sosial peradaban manusia. Sebagaimana termaktub dalam Perintah Shalat dan Berkurban dalam QS. Al-Kautsar Ayat 2, Sejarah dan Teladan Nabi (Ibrahim AS) dalam QS. Ash-Shaffat Ayat: 102-103, Syariat dan Hikmah Hewan Kurban dalam Al-Hajj Ayat 34 dan 37.

Baca Juga  Polri Siaga, Jampidsus Mundur

Ada ibadah vertikal (hablum minallah) sebagai bentuk penyerahan diri manusia dari Nabi Ibrahim atas kekuasaan dan otoritas Allah dalam bingkai pengorbanan dan keikhlasan. Ada juga ibadah horisontal berupa solideritas sosial (hablum minannas) yang mewujud rasa peduli dan berbagi pada sesama. Sungguh Islam menjadi agama yang hak yang menyempurnakan perhelatan kehidupan dunia yang begitu sempurna meliputi struktur sosial kemanusiaan dan keimanan pada agama tauhid.

No More Posts Available.

No more pages to load.