BUKANLAH termasuk orang yang beriman jika datangnya bulan Ramadhan disambut dengan bersedih hati. Ibarat kerabat dekat atau sahabat yang hendak berkunjung ke rumah, maka harus disambut dengan gembira dan antusias. Begitupula orang beriman harus menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan gembira.
Jika Ramadhan datang, maka persiapan terbaik akan dilakukan seorang muslim. Dirinya akan mempersiapkan segalanya, lahir maupun batin. Hatinya menjadi sangat senang tamu Ramadhan akan datang. Bagi orang beriman, Ramadhan adalah tamu yang sangat Istimewa. Dia akan khawatir jika Ramadhan dihadapi dengan sikap yang biasa biasa saja.
Allah Ta’ala berfirman :
ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ
“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus : 58).
Lihat bagaimana para ulama dan orang shalih sangat merindukan dan berbahagia jika Ramadhan akan datang. Dalam buku Latha’if Al-Ma’arif, Ibnu Rajab Al-Hambali berkata, “Sebagian salaf berkata, ‘Dahulu mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan lagi dengan Ramadhan. Kemudian mereka juga berdoa selama enam bulan agar Allah menerima (amal-amal shalih di Ramadhan yang lalu) mereka.










