Dampak Serangan AS–Israel terhadap Iran
Gabbard menyebut serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel telah “sebagian besar menghancurkan” kemampuan militer Iran.
Ia juga mengungkapkan bahwa Iran kini tengah berupaya memulihkan diri dari kerusakan infrastruktur nuklir akibat konflik tersebut.
Konflik yang berlangsung selama 12 hari pada Juni 2025 itu disebut bertujuan menghentikan potensi pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Meski demikian, dalam dokumen tertulis, Gabbard menyebut program pengayaan nuklir Iran telah “dihancurkan” dan belum ada upaya nyata untuk membangunnya kembali, meskipun pernyataan itu tidak ia sampaikan secara lisan dalam sidang.
Sorotan pada Selat Hormuz
Selain isu nuklir, sidang juga menyoroti potensi ancaman di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak global.
Gabbard menyebut komunitas intelijen telah lama menilai Iran memiliki potensi untuk menguasai jalur tersebut, sehingga menjadi perhatian utama dalam perencanaan militer AS.
Ratcliffe menambahkan bahwa pemerintah AS telah mempersiapkan langkah antisipasi, termasuk perlindungan terhadap kepentingan energi dan pasukan di kawasan.
Keputusan Serangan Dipertanyakan
Sidang ini juga diwarnai pertanyaan dari anggota parlemen terkait dasar keputusan Presiden Donald Trump dalam melancarkan serangan terhadap Iran.









