Porostimur.com, Ambon – Setiap pernikahan pasti mengalami pasang surut kehidupan. Ada masa di mana semuanya terasa hangat dan penuh kebahagiaan, namun ada juga peristiwa di mana jarak perlahan mulai tercipta tanpa disadari. Banyak pasangan berusaha bertahan meski rasa kebersamaan semakin memudar, hingga akhirnya mereka hanya menjalani rutinitas tanpa lagi merasakan kedekatan seperti dulu.
Fenomena inilah yang sering kali dialami oleh pasangan tanpa mereka sadari. Hubungan tampak baik-baik saja dari luar, tidak ada pertengkaran besar atau drama mencolok, tetapi di balik itu, ada jurang emosional yang kian melebar. Ibarat masih bersama tapi terpisah, seolah ini adalah perceraian diam-diam alias silent divorce. Untuk memahami situasi ini, yuk simak apa itu silent divorce dan tanda-tandanya berikut ini:
Apa itu silent divorce?

Pexels.com/Ivan Samkov
Silent divorce atau perceraian diam-diam adalah pasangan yang secara hukum masih menikah, tetapi sudah tidak ada lagi keterikatan emosional. Mereka hanya hidup berdampingan tanpa keintiman, lebih mirip seperti teman sekamar daripada pasangan suami istri.
Istilah ini menunjukkan hubungan yang perlahan runtuh tanpa adanya pertengkaran besar yang terlihat. Hampir tidak ada lagi keintiman emosional, percakapan yang bermakna, atau pengalaman bersama. Walaupun tetap menjalani rutinitas sehari-hari, hubungan mereka terasa dingin dan jauh, seolah hanya dua orang asing yang tinggal dalam satu rumah.









