Sebaliknya, fakta empiris hari ini, sudah banyak warga Maluku yang memiliki “catatan hitam” yang siap dibuka untuk menghadang setiap langkah politik Murad kedepan. Deretan panjang janji politik yang diingkari kemungkinan akan menjadi objek “gorengan politik” yang laris manis.
Dan sulit rasanya bagi mantan Ketua PDI-P Maluku yang pernah “menantang duel” warga dan manyebut aktivis mahasiswa “Kadkadu” ini untuk bisa membendung arus “Anti MI” yang mulai meruyak. Bahkan ada kemungkinan setelah 31 Desember 2023. Murad yang selalu sesumbar punya jaringan kuat di pusat tersebut akan hilang bak ditelan bumi.
Entah itu karena faktor dia “mulai kehilangan semangat” akibat opini publik yang cenderung terus negatif dan berefek pada kadar confidence-nya, atau karena ada sebagian dari barisan hulubalangnya yang mulai kocar-kacir mencari jalan-selamatnya sendiri-sendiri. Kita lihat saja nanti!. (*)









