Sagu Berpeluang Jadi Bahan Baku Industri Energi
Sarmuji menjelaskan, kebutuhan tepung sagu untuk kegiatan pengeboran minyak diproyeksikan mencapai sekitar 10 ton untuk setiap sumur. Sementara itu, Pertamina diketahui memiliki sekitar 900 sumur yang dapat menjadi potensi pasar bagi produk turunan sagu.
Dengan kebutuhan tersebut, sektor pengeboran minyak dinilai dapat menjadi salah satu offtaker potensial bagi industri sagu nasional. Peluang serupa juga terbuka bagi perusahaan swasta yang bergerak dalam pengelolaan sumur-sumur energi.
Pemerintah, lanjut Sarmuji, tengah mengkaji penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta kemungkinan penerapan kewajiban penggunaan sagu pada sektor industri yang membutuhkan bahan baku tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan komoditas lokal sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan sagu dengan nilai tambah lebih tinggi.
Sarmuji menegaskan, pengembangan sagu tidak boleh hanya berorientasi pada produk pangan konvensional. Berbagai inovasi perlu terus didorong agar komoditas tersebut mampu memasuki pasar industri yang lebih luas.
Sejumlah produk turunan sagu yang telah dikembangkan antara lain mi, pasta, biskuit, serta produk olahan yang dikombinasikan dengan daun kelor dan rumput laut.











