Di sisi lain, PDIP jelas dikenal sebagai partai wong cilik, yang dalam kebijakannya memperhatikan dan membela masyarakat akar rumput (grass root). PDIP memposisikan sebagai partai pembela rakyat kecil. Maka Anies dan PDIP sudah bertemu dalam strategi dan idealisme bernegara itu. Maka jika keduanya bersatu, akan menjadi kekuatan yang bisa diharapkan membela dan mengangkat wong cilik untuk bangkit. Seluruh rakyat akan bangkit mendukung keduanya bersatu.
Kelima, Anies dan PDIP kini menjadi pihak yang terganjal dan ditinggal oleh partai-partai lain, untuk maju di kontestasi pilgub Jakarta. Dengan putusan MK nomor 60 tahun 2024 teranyar itu, maka keduanya jelas-jelas dipertemukan dan diharapkan oleh seluruh warga Jakarta untuk bersatu.
Hambatan Apa Lagi?
Tidak ada, tidak ada hambatan apapun yang menghalangi keduanya bersatu untuk maju mendaftar ke KPU. Maka sebaiknya antara keduanya jangan saling menunggu, ekuh pekewuh. Segeralah untuk berkunjung, siapapun yang memulai tak soal, tapi segera. Ambil momen ini.
Keduanya jangan merasa saling dibutuhkan, tapi hendaknya merasa saling membutuhkan. Demi negara dan bangsa, PDIP atau Anies tidak perlu ragu memulai terlebih dahulu. Maka, jika itu terjadi, dan PDIP-Anies bersatu, maka seluruh relawan dan warga Jakarta akan bersyukur dan menyambutnya dengan gegap gempita. Mereka akan mengantarkan Anies ke KPU dengan lautan manusia, yang menggetarkan penduduk bumi dan langit. Allahu Akbar. (*)










