Minyak Tanah Masih Langka di SBB, Julius Rutasouw Pertanyakan Pengawasan Distribusi

oleh -6 Dilihat
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Julius Rutasouw, mempertanyakan efektivitas pengawasan distribusi bahan bakar bersubsidi tersebut hingga ke tingkat pangkalan.

Kelangkaan Berbulan-bulan, Warga Tanah Goyang Menyeberang ke Hitu

Rutasouw mengungkapkan, persoalan kelangkaan minyak tanah di SBB telah berlangsung selama berbulan-bulan. Situasi tersebut menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama bagi warga yang masih mengandalkan minyak tanah untuk memasak dan keperluan sehari-hari.

Salah satu kondisi yang disorot ialah warga Tanah Goyang yang dilaporkan harus menyeberangi laut menggunakan speedboat menuju Hitu untuk mendapatkan minyak tanah.

Kondisi tersebut menggambarkan besarnya upaya yang harus dilakukan sebagian warga demi memperoleh bahan bakar yang dibutuhkan. Ketika minyak tanah sulit ditemukan di wilayah sendiri, masyarakat terpaksa mencari pasokan ke daerah lain dengan tambahan biaya dan waktu perjalanan.

Baca Juga  Siap Pimpin GPII Maluku, Wahidin Roiminag Usung Persatuan, Kaderisasi, dan Digitalisasi

Bagi Rutasouw, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait. Ia meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui apakah hambatan terjadi pada ketersediaan pasokan, mekanisme distribusi, atau penyaluran dari agen hingga pangkalan.

Evaluasi tersebut juga dinilai penting untuk mengidentifikasi kemungkinan penyimpangan dalam rantai distribusi, apabila ditemukan indikasi yang didukung oleh data dan hasil pemeriksaan.

DPRD Minta Distribusi Diawasi hingga Tingkat Pangkalan

Rutasouw berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Pemerintah Provinsi Maluku, Pertamina, serta seluruh pihak yang terlibat segera berkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.