MUBES IKA UNIDAR: Ketika Alumni Bersatu, Aklamasi Pun Berbicara

oleh -214 views

Namun sejarah sering kali ditulis bukan oleh mereka yang menang, melainkan oleh mereka yang mampu mengalahkan egonya sendiri.

Di tengah jalannya persidangan, Indra Maruapey memilih mengundurkan diri dari kontestasi. Keputusan itu tentu bukan keputusan yang ringan. Di balik setiap pencalonan selalu ada dukungan, kerja keras, dan harapan yang telah dibangun. Tetapi justru pada titik itulah nilai seorang pemimpin diuji.

Mengundurkan diri bukan selalu berarti mundur. Kadang-kadang ia adalah langkah paling maju dalam menjaga persatuan.

Pilihan Indra Maruapey memperlihatkan bahwa demokrasi tidak selalu harus berakhir dengan kompetisi yang menyisakan sekat. Demokrasi juga dapat menemukan kemuliaannya melalui keikhlasan, ketika seseorang rela memberi ruang bagi persatuan yang lebih besar daripada kemenangan pribadi.

Karena itulah, aklamasi yang kemudian mengantarkan Umar Lessy sebagai Ketua Umum IKA Unidar Periode 2026–2029 bukanlah kemenangan satu orang atas orang lain. Ia adalah kemenangan kolektif seluruh alumni yang memilih merawat kebersamaan.

Baca Juga  Nobar Pildun Warnai Mubes IKA Unidar, Umar Lessy dan Sekda Maluku Larut Dukung Argentina Bersama Warga

Aklamasi kali ini tidak lahir dari ketiadaan pilihan. Ia lahir dari kesadaran bersama. Dan di situlah letak kehormatannya.

Warisan yang Tidak Selalu Terlihat

Di tengah euforia lahirnya kepemimpinan baru, ada satu sosok yang patut diberi penghormatan: Efendi Rada, SE., yang mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Ketua Umum IKA Unidar.

No More Posts Available.

No more pages to load.