Banyak di antara mereka yang mengorbankan waktu, tenaga, bahkan waktu istirahat. Mereka tidak mencari pujian, sebab mereka memahami bahwa pengabdian sering kali memang bekerja dalam diam.
Di balik setiap musyawarah yang berjalan tertib, selalu ada tangan-tangan yang rela bekerja tanpa ingin dikenali. Mereka mungkin tidak tercatat sebagai tokoh utama dalam sejarah Mubes, tetapi tanpa mereka sejarah itu tidak pernah akan terjadi.
Persatuan Adalah Modal Terbesar
Kini musyawarah telah selesai. Perbedaan pandangan yang sempat hadir selama proses berlangsung sudah sepatutnya ditinggalkan di ruang sidang. Demokrasi memang memberi ruang bagi perbedaan, tetapi persaudaraan mengajarkan kita untuk kembali berjalan bersama setelah keputusan diambil.
Rumah besar IKA Unidar tidak dibangun oleh satu angkatan, satu profesi, ataupun satu kelompok. Ia dibangun oleh seluruh alumni yang pernah ditempa oleh almamater yang sama.
Karena itu, tidak ada lagi ruang bagi sekat-sekat yang lahir dari kompetisi. Yang tersisa hanyalah satu keluarga besar dengan satu tujuan: membesarkan almamater yang telah membesarkan kita.
Sudah saatnya seluruh alumni menjadikan IKA Unidar bukan sekadar organisasi yang aktif ketika ada agenda, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi almamater, masyarakat, dan pembangunan Maluku.









