Dalam organisasi, sering kali perhatian tertuju kepada mereka yang baru datang. Padahal, keberhasilan sebuah estafet sangat ditentukan oleh siapa yang menyerahkan tongkat itu.
Menjaga organisasi alumni bukan pekerjaan yang penuh gemerlap. Tidak banyak sorotan. Tidak selalu ada tepuk tangan.
Yang ada justru kerja-kerja sunyi: menghubungi alumni yang mulai menjauh, merangkul mereka yang berbeda pandangan, menjaga komunikasi agar tidak terputus, dan memastikan bahwa ikatan kekeluargaan tetap hidup di tengah kesibukan masing-masing.
Kerja seperti itu jarang menjadi berita. Namun justru itulah fondasi yang membuat sebuah organisasi mampu bertahan.
Efendi Rada telah mewariskan sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar masa jabatan, yakni budaya persaudaraan. Dan dari fondasi itulah Mubes kali ini dapat berlangsung dalam suasana yang teduh, dewasa, dan bermartabat.
Warisan semacam itu tidak dapat diukur dengan angka, tetapi akan terus hidup dalam perjalanan organisasi.
Mereka yang Bekerja Tanpa Nama
Setiap acara besar selalu memiliki panggung utama. Namun keberhasilan sebuah acara justru banyak ditentukan oleh mereka yang tidak pernah berdiri di atas panggung.
Panitia Mubes adalah orang-orang yang memilih bekerja di balik layar. Mereka memastikan ruang sidang tertata, agenda berjalan tepat waktu, peserta terlayani, dokumen tersusun rapi, hingga setiap keputusan tercatat dengan baik.









