Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman di dalam masyarakat Suku Wayoli merupakan kekayaan yang harus dipelihara bersama.
“Saya mengingatkan bahwa keberagaman dalam masyarakat Suku Wayoli adalah kekayaan yang harus dijaga dengan semangat persaudaraan,” jelas Djufri.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Mubes IV yang menempatkan persaudaraan sebagai fondasi untuk memperkuat masyarakat adat. Melalui musyawarah, perbedaan pandangan diharapkan dapat dikelola secara bijaksana dengan mengedepankan dialog, kebersamaan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur.
Wagub Maluku Utara Dorong Musyawarah Berlandaskan Mufakat dan Kekeluargaan
Wakil Gubernur Maluku Utara, Hi. Sarbin Sehe, menyambut baik pelaksanaan Mubes IV Masyarakat Adat Suku Wayoli. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga persatuan sekaligus mempertahankan warisan leluhur.
Sarbin berharap musyawarah dapat berlangsung dengan semangat mufakat dan kekeluargaan, sehingga menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Wayoli serta mendukung pembangunan di Maluku Utara.
Dalam arahannya, Sarbin juga menyampaikan empat fokus pembangunan pemerintah provinsi, yakni peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur berdasarkan kebutuhan masyarakat, pemberdayaan nelayan dan petani, serta pembangunan jalan tani dan akses pemasaran hasil produksi.











