Nama Sherly Tjoanda Muncul di Forum PBB, Jejak Bisnis Tambang Keluarga Kembali Disorot

oleh -498 Dilihat
Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kembali muncul dalam sorotan terkait bisnis pertambangan. Kali ini, namanya disebut dalam materi presentasi yang beredar dari forum internasional di Bangkok, Thailand, ketika isu pertambangan nikel, tata kelola bisnis dan dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan menjadi pembahasan.

Di titik inilah persoalan bisnis keluarga dan jabatan gubernur bertemu dengan isu pertambangan.

Dari Gebe ke Forum Internasional: Sorotan Belum Berhenti

Sorotan terhadap PT Karya Wijaya kemudian berkembang pada awal 2026.

Pada 27 Februari 2026, JATAM mengeluarkan pernyataan yang menyebut PT Karya Wijaya dikenai denda administratif lebih dari Rp500 miliar oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). JATAM menyebut sanksi itu berkaitan dengan aktivitas pertambangan nikel seluas 51,3 hektare di Pulau Gebe yang disebut berada di kawasan hutan tanpa Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), serta menyoroti persoalan jaminan reklamasi dan fasilitas jetty.

Namun, sehari setelah isu denda tersebut menjadi pemberitaan luas, muncul klarifikasi penting.

Juru Bicara Satgas PKH Barita Simanjuntak pada 2 Maret 2026 mengatakan proses verifikasi di Maluku Utara masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final karena terdapat perbedaan data yang masih harus diverifikasi.

Baca Juga  Taklukkan Liverpool 1-0 di Anfield, The Gunners Rebut Puncak Klasemen Liga Inggris

Artinya, informasi mengenai angka Rp500 miliar perlu ditempatkan sebagai klaim atau informasi yang saat itu disampaikan JATAM, sementara status verifikasi pemerintah perlu menjadi bagian dari konteks pemberitaan.

Persoalan serupa juga tidak berdiri sendiri.

Dalam pemetaan JATAM, sejumlah perusahaan lain disebut memiliki keterkaitan dengan jaringan bisnis keluarga Laos-Tjoanda. Organisasi tersebut mengaitkannya dengan berbagai komoditas sumber daya alam, mulai dari nikel, emas hingga pasir besi.

No More Posts Available.

No more pages to load.