Porostimur.com, Ambon – Ada dua persoalan fundamental dalam membangun Maluku kedepan, yakni faktor kepemimpinan (political will) dan kehendak Jakarta terhadap Maluku.
Hal ini disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP Unpatti Dr. Paulus Koritelu, S.Sos.,M.Si, kepada jurnalis media ini, Rabu (17/7/2024) di Ambon.
Menurut Koritelu, faktor pempimpin menjadi faktor terpenting dalam membangun Maluku kedepan. pemimpin yang baik dengan political will yang bagus akan mampu mendorong percapatan dan akselarasi pembangunan. Sebaliknya jika pemimimpinnya tidak kredibel dan tidak memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik, maka Maluku akan terus seperti ini.
“Saya kira kepemimpinan di Maluku itu kalau tanya sumber daya orang Maluku itu baik, walau kadang kualitas kita terbentur obsesi perkembangannya oleh karena fakta-fakta internalitas kultur kita misalnya dengan budaya “katang” (kepiting). Misalnya satu mau nae satu cigi (satu mau naik satu turunkan) itu yang buat kita nggak maju,” kata Koritelu.
“Memang betul ada otonomi daerah, tapi otonomi setengah hati. Faktanya kita misalnya 92,8% wilayah kita lautan tetapi kenapa sektor perikanan tidak diberikan kemungkinan bagi kita untuk mengelola,” imbuhnya.




