Porostimur.com | Jakarta: Kapolri Jenderal Lisyo Sigit Prabowo diminta oleh Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia Prof Salim Said untuk menyingkirkan karangan-karangan bunga yang dikirimkan mengatasnamakan berbagai pihak ke Mabes Polri. Menurutnya, keberadaan karangan bunga yang terkait dengan Munarman itu akan menimbulkan efek negatif karena dapat menimulkan kebencian di antara masyarakat.
“Jadi jangan sampai pemerintah malah tampak mengakomodir euforia kebencian kepada Munarman yang belum jelas kesalahannya,” katanya seperti dikutip dari kanal YouTube Hersubeno Point.
Dia mengaku sudah bertahun-tahun menjadi penasihat Kapolri. Mulai 2000-an hingga di zaman Kapolri Bimantoro, diberhentikan. “Kalau saya masih penasihat Kapolri saya akan tulis surat kepada Kapolri supaya bunga-bunga yang dipasang di luar itu yang memprovokasi kebencian kepada Munarman itu disingkirkan dari kantor Kapolri,” tegasnya.
Menurutnya pola ini sudah terjadi sejak pergantian Gubernur Jakarta, zamannya Ahok. Waktu itu halaman kantor gubernur DKI Jakarta penuh dengan bunga-bunga yang menunjukkan permusuhan kepada orang yang mengalahkan Ahok.
“Ini polanya sama. Ini baru tingkat bunga, bagaimana kalau level lebih tinggi lagi. Tingkat fisik. Kita mau bangsa ini pecah? ribut?,” ujarnya.




