Nelangsa Dipangku Negara

oleh -27 views
Ahmadie Thaha/Ist

Oleh: Ahmadie Thaha, Kolumnis

Dalam sejarah panjang sinema Indonesia, jarang ada film yang berani menatap kemiskinan bukan sebagai statistik BPS yang dibacakan pejabat sambil tersenyum, tetapi sebagai jeritan yang duduk manis. Ah, ironis —di pangkuan negara, sejumlah warga “terpaksa” menyerahkan nasib yang menindas.

Film On Your Lap (Pangku) karya Reza Rahadian, debut panjang seorang aktor yang telah malang melintang di jagat layar, tiba seperti tamu tak diundang dalam pesta nasionalisme palsu. Ia mengetuk pintu, masuk, lalu mematikan lampu. Kita dipaksa melihat betapa gelapnya ruangan itu.

Reza, entah kerasukan roh siapa, memilih memulai karier penyutradaraannya bukan dengan drama percintaan yang bertebaran bunga sakura atau komedi keluarga yang selesai dalam dua tawa. Ia memilih kopi pangku —tradisi yang oleh banyak orang dianggap rahasia umum, tapi tetap diperlakukan seperti hantu: semua tahu, tapi pura-pura tak melihat.

Dan di tengah gemuruh krisis 1998, ia menempatkan Sartika, seorang perempuan muda yang mencoba hidup dengan meminjam sebidang pangkuan dunia yang tak pernah ramah kepadanya. Sartika, yang diperankan dengan baik oleh Claresta Taufan, seperti seorang penyelam letih yang tetap berenang meskipun oksigen menipis.

No More Posts Available.

No more pages to load.