Sedangkan dayung merupakan alat kayuh perahu terbuat dari batang kayu yang memanjang dengan bentuk pipih di bagian ujungnya. Pada bagian pangkal dayung biasanya terdapat hiasan. Bentuk kemudi menyerupai dayung yang agak tebal pada bagian ujungnya, berfungsi sebagai pengarah perahu dan umumnya terdapat di bagian buritan perahu, penggambaran kemudi pada motif perahu di seni cadas dapat menentukan arah orientasi motif perahu.
Perahu Cano bercadik milik orang Galela memiliki motif hewan pada tiang-tiang pada ruas perahu atau biasa disebut mafana seperti seekor ular memakan anjing atau burung elang (khodoba) yang sedang menangkap ikan serta motif pedang, perisai dan tombak pada badan perahu, mereka mempercayai bahwa dengan adanya motif seperti itu arwah lelehur mereka selalu melindungi mereka dalam pelayaran jauh.
Berbeda dengan perahu-perahu seperti di daerah Buli, Kao dan Tobelo yang perahunya tidak memiliki motif seperti pada perahu Galela.
Perahu cadik orang Galela mengunakan rumah sebagi tempat beristrahat ketika melakukan perjalanan jauh bahkan dalam pelayaran ke pulau lain seperti Morotai, Tidore dan Sula, orang Galela membawa serta keluarga mereka untuk membantu ketika dibutuhkan. Warna perahu orang Galela kebanyakan berwarna hitam yang dibuat dari akar-akar pepohonan.





